Seiring dengan keyakinan sejumlah orang terkait berakhirnya kalender suku Maya pada tahun 2012 dan diartikan sebagai berakhirnya dunia, National Geographic menyusun sepuluh ramalan kiamat yang pernah muncul dalam sejarah dunia namun tak pernah terbukti.

1. Filsuf Romawi Seneca yang wafat pada 65 SM meramalkan bahwa bumi akan dipenuhi dengan asap tebal dan ditafsirkan sebagai kiamat.
Namun, sebenarnya yang terjadi adalah pada tahun 79 SM, Gunung Vesuvius meletus dan mengubur kota Pompei beserta penduduknya.

2. Banyak penganut Kristen meyakini angka 666 adalah angka iblis, sehingga ketika menjelang tahun 1666, tahun itu diartikan sebagai akhirnya zaman. Namun, pada tahun itu justru terjadi sebuah kebakaran besar yang nyaris meratakan kota London.


sebelumnya Nostradamus sudah meramalkan bahwa London akan terkena bencana

Quote:
“The blood of the just will commit a fault at London,
Burnt through lighting of twenty threes the six:
The ancient lady will fall from her high place,
Several of the same sect will be killed.”

Peristiwa London Fire terjadi pada tahun 1666, namun hanya sedikit orang yang mengetahuinya.

Peristiwa ini benar-benar meratakan London kuno (“The ancient lady”) di dalam dinding tua Roma.
Hanya enam korban jiwa yang benar-benar diketahui (“the six” di baris kedua merujuk kepada jumlah kematian),
walaupun mungkin banyak dari penduduk London yang meninggal ketika itu, tetapi mereka tidak tercatat dalam sejarah.

Api dari London Fire bermula dari sebuah toko roti, yang kemudian melahap seluruh kota dalam tiga hari penuh.
Jika penduduk London ketika itu melihat catatan Nostradamus, mungkin mereka dapat selamat dari maut.

3. Munculnya Komet Halley pernah diartikan sebagai akhirnya perputaran Bumi.
Pada masa itu, sejumlah orang yakin ekor komet itu membawa gas yang dapat menghancurkan Bumi khususnya di tahun 1919.
Namun, kenyataannya komet tersebut muncul setiap 76 tahun sekali.

hal ini mungkin dapat disebabkan karena kurangnya IPTEK pada zaman itu
pada saat itu dipercaya bahwa komet Halley akan datang membawa abu dan gas beracun yang akan memusnahkan seluruh spesies yang ada di Bumi.

4. Penganut Kristen sekte Kesaksian Jehovah yang didirikan tahun 1870-an pernah meramalkan bahwa dunia akan kiamat pada 1914.
Namun, begitu lewat tahun 1914, mereka hanya mengatakan ‘tidak lama lagi’.

5. Bertemunya sejumlah planet pada posisi sejajar sempat diprediksikan sebagai berakhirnya dunia
khususnya pada 5 Mei 2000 ketika Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus berada di jalur yang sama.


hal ini dipercaya pada waktu itu
mungkin karena anggapan bahwa Bumi tidak akan disentuh oleh sinar matahari sama sekali karena tertutup oleh jajaran planet
sehingga Bumi akan mengalami gelap total dan akan memasuki zaman es

6. Pendeta evangelis yang sering muncul di TV, Pat Robertson, pernah meramalkan bahwa pada tahun 1980-an
Yesus akan turun ke Bumi yang disebutnya Rapture dan akan mengakhiri zaman.

7. Masih terkait dengan komet, para pengikut Kristen sekte Heaven’s Gate yakin bahwa komet Hale-Bopp yang ditemukan pada 1995 menghantam Bumi pada Maret 1997. Sebanyak 39 pengikutnya melakukan aksi bunuh diri dengan keyakinan bahwa UFO yang membonceng pada komet itu akan menyelamatkan mereka dari kiamatnya Bumi.


8. Dalam bukunya, Ice: The Ultimate Disaster (1997) Richard Noone
memprediksikan bahwa pada 5 Mei 2000, planet-planet akan bersejajar dan kehidupan akan berakhir seiring dengan mencairnya semua es di muka Bumi.


ko bentukny piramid y
apa ada hubunganny dengan freemason ?

9. Menjelang berakhirnya tahun 1999, muncul istilah Y2K pada komputer yang diyakini mempengaruhi semua sistim komputer dunia.
Wall Street Journal memprediksikan bahwa pada 1 Januari 2000 akan terjadi kekacauan yang amat besar setara dengan kiamat di muka Bumi.


jelas ini adalah hoax
buktinya kita masih bisa ngaskus di sini

10. Ketika terjadi kebakaran pada Mesin Kiamat, Large Hadron Collider (LHC) pada September 2008,
kekhawatiran semakin meningkat terkait upaya proyek raksasa LHC ini yang akan merekayasa ulang penciptaan Bumi.
Jika terowongan sepanjang 27 km, 91 m di bawah tanah Swiss ini meledak, maka bisa menghancurkan bumi.

ada pula yang mengatakan bahwa Bumi kita akan disedot oleh Mini Black Hole yang tercipta dari LHC ini karena LHC juga sempat mengembangkan pembuatan Mini Black Hole demi kemajuan IPTEK